Apa itu Omeprazole?



Omeprazole obat apa? Omeprazole adalah salah satu obat yang digunakan untuk pengobatan refluks gastroesofagus, syndrome zollinger-ellison, dan ulkus peptikum. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi masalah perut dan kerongkongan yang diakibatkan oleh penyakit asam lambung dan tukak lambung. Obat ini merupakan obat penyakit asam lambung karena obat ini dapat mengurangi produksi asam di dalam lambung.

Selain untuk asam lambung, omeprazole adalah obat untk penyakit maag, ejala perut panas, kesulitan menelan, kerusakan pada kerongkongan, dan batuk yang tak kunjung hilang. Obat yang tergolong dalam proto pump inhibitors (PPIs) ini juga dapat mencegah luka lambung dan mencegah kanker kerongkongan. Obat ini merupakan kategori obat resep. Oleh karena itu sebelum mengonsumsi obat omeprazole ini harus dengan resep dokter dan anjuran dokter. Bentuk oat ini ada 2 bentuk yaitu bentuk kapsul dan bentuk suntik.

Cara mengonsumsi Omeprazole

Obat ini dikonsumsi dua kali sehari biasanya pada pagi hari dan sore hari. Obat ini dapat dikonsumsi tanpa makan makanan sebelum atau setelahnya karena obat ini tidak menyebabkan sakit perut. Namun tidak semuanya selalu begitu, ada juga dosis yang diberikan oleh dokter. Jika lupa memakan pada dosis sebelumnya, maka jangan memakan obat ini berdekatan dengan waktu dosis selanjutnya.

Dosis omeprazole untuk orang dewasa

Dosis omeprazole ini berbeda-beda, tergantung pada orang yang mengonsumsi obat ini. karena tubuh akan mengonsumsi obat ini sesuai kondisinya. Untuk itu berikut adalah beberapa dosis obat Omeprazole untuk orang dewasa

  1. Dosis omeprazole untuk mencegah maag : 20 mg oral sehari sekali sebelum makan, biasanya selama 14 hari
  2. Dosis Omeprazole untuk mengobati ulkus duodenal : 20 mg oral sehai sekali sebelum  makan, biassanya selama 4 sampai 8 minggu.
  3. Dosis Omeprazole untuk mengobati tukak lambung : 40 mg oral sehari sekali sebelum makan, biasanya selama 4 sampai 8  minggu
  4. Dosis Omeprazole untuk mengobati erosive esophagitis : 20 mg oral sehari sekali sebelum makan. Namun dosis ini dapat ditingkatkan menjadi 40 mg oral sesuai dengan kondisi pasien. Biasanya terapi erosive esophagitis ini selama 12 bulan atau lebih.
  5. Dosis Omeprazole untuk Sindrom Zolliner-Ellison : 60 mg sehari sekali sebelum makan. Dosis ini dapat ditingkatkan juga menjadi 120 mg sehari 3 kali karena dosis yang lebih dari 80 mg oral harus dibagi-bagi.
  6. Dosis Omeprazole untuk mengobati refluks asam lambung : 20 mg oral sehari sekali sebelum makan, biasanya selama 4 sampai 8 minggu. Dosis ini dapat ditingkatkan menjadi 40 mg oral sehari sekali sesua kebutuhan.
  7. Dosis Omeprazole untuk mengobati Multiple Endocrine Adenomas : 60 mg sehari sekali sebelum makan. Dosis ini juga dapat ditingkatkan hina 120 mg 3 kali sehari, sesuai dengan kebutuhan pasien.
  8. Dosis Omeprazole untuk Systemic Masrocytosis : 60 mg oral sehari sekali. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 120 mg 3 kali sehari, karena dosis harian yang melebihi dengan 80 mg itu harus dibagi-bagi.

Efek samping Omeprazole

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi jika mengonsumsi Omeprazole adalah:

  1. Diare yang cair atau berdarah
  2. Kadar magnesium rendah
  3. Demam
  4. Gejala flu
  5. Sakit perut
  6. Sakit tenggorokan
  7. Sakit kepala
  8. Buang angin

Tidak semua orang akan mengalami efek samping diatas. Karena efek samping ini terjadi jika mengonsumsi Omeprazole tidak sesuai dosis yang dianjurkan dokter.




  


Belum ada Komentar untuk " Apa itu Omeprazole?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel