Bedak Johnson Johnson Digugat Alasannya Memicu Kanker

 ada sebuah kabar mengejutkan tiba dari perusahaan produk bedak ternama dunia Bedak Johnson  Johnson Digugat Karena Memicu Kanker
johnson-johnson digugat

Pada akhri Februari 2016, ada sebuah kabar mengejutkan tiba dari perusahaan produk bedak ternama dunia, Johnson & Johnson.  Pada tanggal 24 Januari 2016, pengadilan setempat memutuskan bahwa perusahaan harus membayar ganti rugi sebesar 72 juta dollar Amerika atau setara dengan 965 milyar rupiah. Ganti rugi sebesar itu harus dikeluarkan perusahaan lantaran Johnson & Johnson digugat oleh masyarakat yang menyampaikan anggota keluarga mereka meninggal dunia lantaran penggunaan bedak produksi Johnson & Johnson.


Johnson & Johnson Digugat


Bedak biasanya jadi salah satu barang yang wajib ada dalam set perawatan badan sehari-hari untuk anak, meskipun banyak juga para hebat kesehatan yang tidak menganjurkan penggunaannya terutama bedak tabur lantaran dianggap dapat mengakibatkan gangguan pada terusan pernafasan. Salah satu produsen bedak ternama dunia, Johnson & Johnson baru-baru ini ternyata harus sibuk menghadapi somasi salah satu keluarga konsumen lantaran menggangap jika bedak yang diproduksi oleh Johnson & Johnson sebagai penyebab janjkematian salah satu anggota keluarga mereka.


Baca juga: Fatwa MUI Mendukung Pekan Imunisasi Nasional 2016


Jacqualine Fox, nama perempuan yang meninggal akhir kanker ovarium yang diduga disebabkan oleh pemakaian bedak Johnson & Johnson dalam jangka waktu yang lama. Fox, memang  sudah memakai bedak ini bertahun-tahun lamanya selama 35 tahun. Tapi, bedanya jika kita memakai bedak di area badan biar merasa wangi, Fox memakai bedak untuk ditaburkan di area organ kemaluan.


Baby Powder dan Shower to Shower yaitu 2 varian produk yang paling sering dipakai oleh Fox. Menurut pengacara dan keluarga ,kematian Fox sebagai salah satu pembiaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan lantaran gotong royong perusahaan sudah mengetahui adanya resiko dari penggunaan produk terhadap kesehatan, hanya saja tidak dipublikasikan sehingga masyarakat tidak terlindungi.


Baca juga : Ternyata Ini Alasannya Kenapa Anak Praktis Sakit Saat Musim Hujan


Keluarga karenanya menggugat pihak perusahaan ke pengadilan setempat di Missouri. Pada tanggal 24 Februari 2016, pengadilan mengabulkan somasi yang dikirimkan oleh keluarga dan pengacara. Produsen Johnson & Johnson karenanya harus mengeluarkan ganti rugi sebesar 72 juta dollar Amerika. Tidak hanya 1 masalah ini saja ya Mak, ternyata masih ada 1200 masalah somasi lainnya terhadap produsen bedak ini, yang dikirimkan masyarakat ke pengadilan. Sebagian besar tuntutan mereka lantaran pihak produsen yang dianggap tidak memperlihatkan warta yang lengkap seputar produk dan bahkan terkesan menutupi resiko yang mungkin terjadi pasca penggunaan bedak.


Beda dengan apa yang diungkapkan oleh pihak keluarga, pihak produsen dari Johnson & Johnson secara tegas menyatakan bahwa tidak ada kaitan antara kanker ovarium yang diderita oleh Fox dengan penggunaan bedak yang diproduksinya. Produsen juga menyatakan bahwa produk mereka dibentuk dari bahan-bahan yang kondusif dan teruji tidak menjadikan dilema kesehatan.


Nah, Mak soal benar atau tidak pada kenyataannya pihak pengadilan sudah mengabulkan somasi ganti rugi yang dilayangkan oleh keluarga Fox dan berhasil dimenangkan. Mungkin kasus Johnson & Johnson digugat ini dapat menjadi pelajaran untuk kiita biar dapat lebih berhati-hati dalam menentukan produk, khususnya produk yang berkaitan dengan perawatan diri sehari-hari untuk anak. Selain itu, penting pula untuk mengikuti saran penggunaan produk yang baik dan benar. Misalnya dalam masalah Johnson & Johnson ini yaitu tidak memakai bedak pada organ vital baik anak maupun dewasa.



 



Belum ada Komentar untuk "Bedak Johnson Johnson Digugat Alasannya Memicu Kanker"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel